Langsung ke konten utama
* DIREMEHKAN *
Diremehkan bukanlah hambatan, !
Orangg yang diremehkan bukan berarti harus meremehkan kembali. Diremehkan kemampuan, diremehkan kecerdasan, diremehkan harta, diremehkan segala. Maka bersyukurlah ada yang merehkanmu, karena Tuhan tidaklah pernah meremehkan hambanya, yang ada hanya setan dan anak turunnya yang merehkan manusia.
Hati sakit tentu sakit, manusiawi karena memang kita diciptakan memiliki perasaan. Namun hinaan dan remehan itu sebagai pemacumu untuk bergerak lebih cepat, melompat lebih tinggi, dan memukul lebih keras dirimu sendiri untuk lebih baik.
Bersyukurlah jika ada seseorang yang menguatkanmu ketika dirimu, namun jika tidak masih ada Tuhan semesta alam. Jangan memiliki rasa dendam, karena hanya membuatmu terhambat dari titik terang. Coba menata diri dan hati bagaimana mengolah hinaan tersebut menjadi energi dasyat dalam diri. Layaknya kotoran menjadi bioenergi.
Cobalah untuk mencari inspirasi bukan motivasi dalam kehidupanmu. Ketika sukses coba kembali kepada titik terburuk dimasa hidup kita, dengan demikian kita mencoba untuk tidak berprilaku sombong. Di bulan puasa ini sebenarnya kita diberikan pelajaran bagaimana rasa lapar menjadi kenikmatan sesungguhnya dan terlalu kenyang adalah awal kesengsaraan. Maka esensi bukber haruslah berbagi pada sesama bukan membagi gaya hidup mewah kepada sosial media.
Komentar
Posting Komentar